Minggu, 31 Maret 2013

7 DAYS #part1

Author : Salma Havisha aka Visha.
Genre : You will find it.
Main Cast : Greyson Chance, Elle Fanning and you will find it later.


Cover "7 DAYS"



PART 1

Pria berambut coklat itu mengehempaskan bokongnya di tempat duduk penonton bioskop bersamaan dengan kelima temannya tersebut. Ia baru saja ingin menonton film terbaru yang keluar di bioskop yaitu ‘Paranormal Activity’. Memang film ini termasuk film yang menegangkan dan terkesan horror. Sebenarnya pria itu takut sekali dengan film seperti ini,tapi ini adalah tantangan untuknya karna memilih Dare dalam permain Truth or Dare. Seluruh sahabatnya mengejeknya karena tak berani menonton film ini. Baiklah,seharusnya dia tak memilih dare karena sahabatnya semua tau kelemahannya. Takut.

“Kau penakut, Grey... jangan menangis ya, hati-hati sebelahmu kosong.” ucap salah satu sahabatnya meremehkan.

Greyson Michael Chance. Ya, itulah nama pria itu. Greyson langsung menoleh ke kiri dan melihat tempat duduk kosong. Greyson meneguk ludahnya merasa bergidik. Dia merasa dirinya seperti banci yang takut akan kepercayaan hantu. Greyson mengarahkan matanya ke layar besar dihadapannya. Ternyata film nya sudah dimulai.

Greyson sesekali menutup matanya ketika nada dari film itu mulai menunjukan ketegangan. Greyson meraih popcorn yang tadi ia beli sebelum memasuki studio bioskop ini. Greyson menggelengkan kepala nya mencoba untuk tidak berfokus kepada film yang sedang ia tonton saat ini. Tiba-tiba matanya berhenti kearah sebelah kiri dimana tempat duduk penoton itu kosong,tapi sekarang sudah tidak kosong lagi karena sudah di tempati oleh seorang gadis remaja seumurannya.

Greyson langsung mengalihkan matanya ke layar lebar lagi. Greyson melongo tak percaya karena film nya sudah habis dan perlahan lahan lampu di dalam studio menyala. Kenapa film ini cepat sekali berakhir? batin Greyson. Greyson bangkit dari tempat duduk penonton dan melihat sekitar tempat duduknya kembali, siapa tau saja ada yang ketinggalan. Lagi-lagi mata Greyson melihat ke arah gadis seumurannya yang tadi duduk di sebelahnya.Gadis itu masih menatap ke arah layar yang sudah tak bergambar dengan tatapan kosong.

“Hey!” ujar Greyson sambil menyentuh pundak gadis itu. “Film ini sudah selesai,lebih baik keluar sekarang.” lanjut Greyson dengan nada yang ramah.

Gadis itu menengok ke arah Greyson dan bangkit dari tempat duduk.

“Terimakasih ya, maaf... tadi aku terlalu banyak melamun.” balas gadis itu sambil tersenyum. Greyson hanya mengangguk.

“Grey, kenapa kau masih disitu?” teriak Colton -sahabatnya- dari bawah. Greyson langsung menengok ke arah Colton.

“Bentar dulu aku mau---” ucapan Greyson berhenti ketika menengok ke arah gadis itu tak menemukan siapapun di depannya. Gosh...

“Mau apa sih Grey? Cepat turun! Aku lapar.” teriak Colton tak sabar.

Greyson bergidik merinding lantas langsung cepat cepat turun ke bawah menemui Colton. Tidak, tidak, tidak! Greyson langsung menggeleng keras. Mungkin saja gadis itu sudah pergi ketika ia sedang berbicara dengan Colton. Tapi mengapa gadis itu cepat sekali hilang? Greyson mempercepat jalannya menuju Colton.

“Kau lama sekali, huh!” ucap Colton.

“Eh...m...iya udah ayo makan!” Greyson langsung menarik tangan Colton untuk keluar dari studio bioskop itu. Mungkin ia akan berjanji untuk tidak menonton film horor lagi.

“Apa sih Greyson narik narik tangan aku aja. Aku bukan homo tau!” ujar Colton sebal.

“Yang lain pada kemana?” jawab Greyson tak memperdulikan ucapan Colton.

“Mereka sudah di pizza hut Grey! Kau lagi lama sekali di dalam studio.”

“Yaudah lah yuk cepat kesana perutku juga sudah keroncongan.”

Greyson berjalan ke pizza hut sambil bermain handphone nya tersebut tanpa memperdulikan Colton yang sedang meminta izin ke toilet. Ketika Greyson sudah sampai di meja dimana sahabat nya itu berada, Greyson merinyit tak percaya. Bagaimana Colton bisa sudah sampai sini? Bukankah tadi Colton sedang di toilet?

“Kau cepat sekali sampai nya Colton? Bukankah kau tadi meminta izin ke toilet?” ucap Greyson yang dijawab gelak tawa dari semua sahabatnya.

“Kau mengigau, Grey! Sungguh, jangan membuat perutku mual sekarang. Aku sudah sampai disini dari tadi dan aku meninggalkan mu yang masih di dalam studio bioskop itu.” balas Colton masih dengan tawa nya.

“Jangan berbohong padaku. Memangnya aku tidak tau,candaan mu itu tak lucu!” Greyson duduk di bangku yang masih kosong. Sebenarnya Greyson merasa takut tapi ia tidak menunjukkan ekspresinya tersebut di wajahnya.

“Heh Grey! Kita gak boong kok, tadi bener emang kita ninggalin kau sendiri biar nyariin. Tertanya kau tau kalau kita disini.” sambung Hayden. Greyson memandang Hayden dengan cuek, tapi tidak dengan hatinya. Dia masih kaget sekaligus bingung.

“Eh ya besok kan sudah liburan musim panas. Bagaimana kalau kita ke Villa tante ku yang di daerah perbukitan...enak loh udaranya.” ujar Logan menyusul.

“Boleh tuh, setuju gak semuanya nih?” ucap Lauren kepada teman-temannya. Mereka semua hanya mengangguk kecuali Greyson. Dia masih melamun karena hal tadi.

“Heh Grey, kamu ikut gak?” Greyson langsung kaget ketika Hayden memukul lengan Greyson agak cukup keras.

“Eh...iya...memangnya mau kemana sih?” ucap Greyson tergagap tak mengerti. Sahabatnya semua hanya memutar bola mata malas.

“Ke villa tante aku Grey, kau kenapa sih bengong saja?” ucap Logan.

“Lagi tidak mood berbicara.” jawab Greyson sambil menunduk melihat handphone nya malas.

Sebenarnya dia bukan tidak mood berbicara tetapi memikirkan hal yang baru saja terjadi. Bagaimana bisa tadi Colton bilang bahwa dia meninggalkan Greyson tetapi tadi Greyson ke pizza hut bersama Colton? Greyson menggelengkan kepala nya pelan dan mengerjap beberapa kali. Bisa-bisa ia gila karena ini.

“Bilang saja kau masih takut dengan film tadi Grey.” ucap Colton sambil memeletkan lidahnya dan tertawa kecil.

“Shut up!” kesal Greyson yang membuat Colton diam dan menahan tertawa.

*****

Gadis itu tersenyum kecil begitu mengingat pria yang baru saja ia kenal. Pria itu tampak lucu dengan wajahnya yang agak tembem. Tapi gadis itu langsung tersadar bahwa ia tidak bisa menjadi miliknya. Gadis itu lantas bangkit dari tempat tidur dan melayang ke arah ruang bawah tanah dari rumah besar itu.

Gadis itu tersenyum kecut ketika melihat mayatnya masih tersimpan rapih di sela-sela dinding rumah besar ini. Tanpa disadari ia meneteskan air matanya. Ia merasa kesepian –setiap harinya-. Tak ada yang menemani nya di rumah yang sangat besar ini. Dia ingin memiliki teman lagi seperti dahulu kala. Ia bahkan masih berharap bahwa kejadian beberapa tahun lalu itu tak terjadi. Tapi itu tak bisa, gadis itu tidak bisa memutar waktu.

“Keyla?” panggil seseorang yang membuat gadis yang bernama Keyla itu menoleh ke belakang.

“Mommy?” balasnya sambil menghapus kasar air matanya.

“Kau menangis lagi?” ucap ibu nya mendekat ke arah Keyla.

“Aku kesepian mom” curhatnya kepada ibu nya ini. Ia sudah beratus-ratus kali mengucapkan kata-kata itu kepada ibu nya.

“Mommy disini, sayang” ibu Keyla mengelus rambut coklat Keyla.

“Tapi mom hanya satu hari disini dan tak bersamaku, aku butuh teman mom.”

“Kamu akan mendapatkan teman besok sayang... jangan khawatir, dia baik” ujar ibu nya membuat Keyla mengernyit tak mengerti.

“Maksud mom? Apakah ada manusia yang dapat melihatku?”

“Sure. Kau besok akan bertemu dengannya.” Ucap ibu Keyla sambil memeluk anak satu satu nya ini.

*****

“Jaket, pakaian dalam, topi, baju cadangan, celana jeans. Sudah semua. Apalagi yang belum?” Greyson bertanya pada dirinya sendiri sambil memeriksa apa yang belum ia bawa untuk liburan besok. “Ohh iya kamera. Mana kameraku...” Greyson mengobrak-abrik isi lemari kecil nya dan menemukan kamera dslr disana. Kamera kesangannya.

“Grey, teman mu sudah datang ni...cepat turun!” teriak ibu nya dari bawah. Greyson cepat cepat memasukan kamera itu kedalam ransel nya dan turun kebawah. Benar saja disana sudah ada Maddox –sahabatnya- yang menunggu.

“Kau lelet, Grey.” Celocos Maddox sambil tertawa kecil.

“Memang kau sudah menunggu berapa lama?”

“1 menit kurang 5 detik” ucap Maddox terkekeh.

“Baiklah, mom Grey pergi dulu ya... kalau ada apa-apa telepon Grey aja” Greyson mengecup pipi ibu nya dan menarik Maddox untuk keluar.

“Hati-hati Grey, jangan lupa makan!” teriak ibu nya ketika Greyson hendak memasuki mobil. Greyson hanya membalas dengan anggukan.

“Anak mommy. Hahhaha” ucap Maddox dengan terkekeh dan tertawa. Greyson hanya  memutarkan bola matanya malas.

“Terserah kau saja... sekarang kita mau kemana dulu?”

“Kerumah Hayden dulu baru kita ke villa nya.”  Greyson mengangguk mengerti dan memasang seat belt .

‘semoga liburan kali ini menyenangkan’  batin Greyson.


NEXT - #part2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar